Warga Jombang Hadirkan 99 Masjid Ramah Muktamirin
99 Masjid yang disiapkan tidak hanya difungsikan sebagai sarana ibadah semata, melainkan juga dirancang menjadi ruang yang nyaman dan penuh persaudaraan.
Rep. Saiful
Red. Cak / Fajar
JOMBANG - Menjelang perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sebuah langkah simpatik diluncurkan melalui inisiatif "99 Masjid Ramah Muktamirin".
Gerakan ini melampaui sekadar penyediaan fasilitas fisik, mengusung simbolisme spiritual serta visi inklusif keagamaan untuk menyambut para tamu.
Jumlah 99 masjid yang disiapkan memiliki landasan filosofis mendalam. Ketua PCNU Kabupaten Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi), menyampaikan bahwa angka tersebut diambil dari Asmaul Husna.
Harapannya, seluruh rumah ibadah ini mampu memancarkan nilai kasih sayang (Ar-Rahman) dan kedamaian (As-Salam).
"Muktamar bukan hanya milik panitia, bukan hanya milik peserta Muktamar, tetapi menjadi momentum seluruh warga Kabupaten Jombang untuk bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik," ujarnya, Rabu (19/8/2026).
"Masjid menjadi salah satu pintu utama untuk memberikan pelayanan dan memuliakan para tamu Allah yang datang ke Jombang," tambah Pengasuh Pesantren Putri Tebuireng tersebut.
Menghidupkan Peran Masjid
Gus Fahmi menjelaskan, masjid yang disiapkan tidak hanya difungsikan sebagai sarana ibadah ritual semata, melainkan juga dirancang menjadi ruang yang nyaman dan penuh persaudaraan.
Para muktamirin dari berbagai pelosok Nusantara hingga luar negeri dapat memanfaatkannya untuk beristirahat, bersilaturahmi, maupun mengakses pelayanan sosial.
"Kita ingin para muktamirin ketika datang ke Jombang merasakan keramahan masyarakat pesantren. Mereka bisa beribadah dengan nyaman, beristirahat, bersilaturahmi, dan mendapatkan pelayanan yang baik. Inilah karakter Jombang sebagai Kota Santri," tuturnya.
Pelibatan 99 masjid ini mencerminkan semangat gotong royong warga. Dalam tradisi pesantren dan NU, memuliakan tamu (ikramuddhuyuf) merupakan bagian inti dari ajaran akhlak, sehingga kesuksesan hajatan besar ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya panitia resmi di ruang sidang.
Dijelaskan Gus Fahmi, gerakan pelibatan 99 Masjid ini sekaligus mengusung misi merevitalisasi fungsi masjid sebagaimana yang dicontohkan pada masa Rasulullah SAW, yakni sebagai pusat pelayanan sosial, pendidikan, musyawarah, dan peradaban umat.
Penulis: Moh Syafi’i