Logo Muktamar NU ke-35
← Semua berita
liputan · 25 Agustus 2026

Spesifikasi Becak Listrik Muktamar ke-35 NU, Mampu Melaju 15 Km per Jam

Becak listrik pendukung mobilitas peserta Muktamar ke-35 NU di Jombang, memiliki kapasitas jarak tempuh hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Rep. Saiful

Red. Cak / Fajar

Becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto yang secara simbolis diberikan ke para tukang becak di Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (24/8/2026).
Becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto yang secara simbolis diberikan ke para tukang becak di Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (24/8/2026).

JOMBANG - Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada para pengemudi becak di Kabupaten Jombang, Senin (24/8) lalu.

Becak listrik tersebut diperuntukkan mendukung mobilitas peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang. Dari sisi spesifikasi becak listrik ini memiliki kemampuan jelajah hingga sekitar 40 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Kendaraan tersebut juga dilengkapi sistem pedal assist yang membuat pengemudi tetap dapat mengayuh dengan lebih ringan ketika tenaga listrik berkurang.

Ahmad, mekanik PT Pindad yang menangani becak listrik tersebut, mengatakan kendaraan ramah lingkungan itu mampu melaju sekitar 5 hingga 14 kilometer per jam dan dapat mencapai kecepatan maksimal hingga 15 kilometer per jam.

"Kalau kecepatannya bisa sampai 15 kilometer per jam. Itu sudah cukup kencang untuk becak," ucap Ahmad, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, jarak tempuh hingga 40 kilometer dapat dicapai dengan catatan penggunaan fitur pedal assist. Teknologi tersebut memungkinkan pengemudi mengayuh becak dengan bantuan tenaga listrik, sehingga beban kayuhan menjadi lebih ringan.

Jarak tempuh dapat berkurang apabila kendaraan digunakan tanpa bantuan kayuhan. Begitu pula ketika baterai benar-benar habis, becak masih dapat dikayuh secara manual, tetapi membutuhkan tenaga lebih besar.

Ahmad mengingatkan pengguna agar tidak membiarkan baterai sampai benar-benar kosong. Pengisian daya, kata dia, sebaiknya dilakukan ketika kapasitas baterai sudah berada di kisaran 20 persen.

"Kalau sudah 20 persen paling aman untuk segera di-charge. Jangan sampai sampai nol persen karena bisa membuat baterai lebih cepat drop," ujarnya melanjutkan.

Dari sisi kapasitas angkut, becak listrik tersebut mampu membawa beban maksimal sekitar 150 kilogram. Batas tersebut perlu diperhatikan agar kendaraan tidak digunakan untuk mengangkut muatan melebihi kapasitas yang telah ditentukan.

"Kalau untuk orang maupun barang, maksimal sekitar 150 kilogram. Jangan membawa barang melebihi kapasitas," jelas Ahmad.

Ia juga mengingatkan pengguna untuk memperhatikan kondisi jalan, khususnya ketika melintasi kawasan yang tergenang air. Becak listrik sebaiknya tidak dipaksakan menerobos genangan karena komponen kelistrikan dan motor dapat mengalami gangguan apabila terendam.

"Kalau ada genangan air, jangan dipaksakan menerobos. Yang penting kendaraan tidak sampai tergenang," ungkapnya.

Sementara untuk pengisian baterai, lama waktu pengisian dapat berbeda bergantung pada kondisi baterai dan beban penggunaan kendaraan. Menurut Ahmad, pengujian dilakukan dengan sejumlah variasi beban untuk mengetahui kemampuan baterai dalam menopang operasional becak.

Becak listrik tersebut menjadi salah satu sarana transportasi yang disiapkan untuk menunjang mobilitas selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Kabupaten Jombang.

"Dengan dukungan tenaga listrik dan sistem pedal assist, kendaraan ini diharapkan dapat membantu mobilitas pengemudi maupun tamu selama kegiatan berlangsung," pungkasnya.

Penulis: Anggit Pujia