Logo Muktamar NU ke-35
← Semua berita
liputan · 29 Agustus 2026

Semarakkan Muktamar NU, Gelaran “Ngopi Ngaji” Dorong Pengolahan Sampah Plastik

Limbah plastik yang selama ini dianggap sebagai pemicu masalah lingkungan sejatinya memiliki potensi ekonomis tinggi jika dikelola.

Rep. Saiful

Red. Cak / Fajar

LPBI PCNU Jombang menginisiasi kegiatan bertajuk "Ngopi Ngaji: Olahdaya Perubahan Iklim" di sela Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
LPBI PCNU Jombang menginisiasi kegiatan bertajuk "Ngopi Ngaji: Olahdaya Perubahan Iklim" di sela Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

JOMBANG - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LPBI PCNU) Jombang menginisiasi kegiatan bertajuk "Ngopi Ngaji: Olahdaya Perubahan Iklim" di sela rangkaian perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (28/8/2026) malam, dengan mengusung semangat interaktif dan pencarian solusi. Forum ini menjadi ruang perjumpaan bagi para pegiat lingkungan, pengurus Nahdlatul Ulama, hingga masyarakat umum.

Agenda tersebut dihadiri jajaran pengurus LPBI PCNU Jombang, LPBI PWNU Jawa Timur, hingga jajaran Pengurus Pusat LPBINU guna memperkuat sinergi penanganan isu lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Pengurus Pusat LPBINU sekaligus penggerak pengolahan limbah, Baidlowi, turut memaparkan materi teknis mengenai pentingnya tata kelola sampah plastik secara tepat.

Pertemuan itu juga menekankan bahwa limbah plastik yang selama ini kerap dianggap sebagai pemicu masalah lingkungan sejatinya memiliki potensi ekonomis tinggi jika dikelola melalui pendekatan kreativitas dan inovasi masyarakat.

Gagasan penanganan sampah dari hulu tersebut direspons positif oleh pihak penyelenggara lokal. Ketua LPBI PCNU Jombang Khoirul Hasyim menegaskan bahwa lembaganya siap mengambil peran aktif dalam siklus pengolahan limbah dan sampah sebagai langkah konkret mitigasi bencana.

Hasyim menilai, penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik merupakan salah satu faktor utama penambah risiko bencana ekologis, seperti banjir hingga pencemaran lingkungan yang membahayakan warga.

"LPBI PCNU Jombang akan mengambil peran penting dalam proses pengolahan limbah sampah sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap terjadinya bencana yang diakibatkan oleh sampah," ujar Hasyim.

Ia menambahkan, diperlukan gerakan kolektif yang tidak sekadar berfokus pada penanganan hilir, melainkan membangun kesadaran pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah langsung dari sumbernya.

Sebagai langkah konkret jangka panjang, LPBI PCNU Jombang juga telah menjalin kerja sama lintas sektor dengan sejumlah lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Jombang.

Sekretaris LPBI PCNU Jombang Muhlison menjelaskan bahwa kolaborasi dengan sekolah dan madrasah menjadi strategi krusial untuk menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini kepada para peserta didik.

Melalui program ini, para siswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung pemilahan sampah di lingkungan sekolah.

"LPBI PCNU Jombang telah mengkolaborasikan dengan sekolah dan madrasah di Kabupaten Jombang untuk peduli lingkungan, salah satunya dengan membangun kepedulian terhadap pengolahan sampah," ungkap Muhlison.

Ia menambahkan, melalui perpaduan ruang diskusi santai dan pendalaman materi lingkungan dalam forum ini, LPBI PCNU Jombang berkomitmen menjadikan ajang Muktamar ke-35 NU sebagai titik awal penguatan gerakan lingkungan berbasis masyarakat.

Sinergi antara pesantren, sekolah, dan jaringan LPBI NU diharapkan dapat melahirkan solusi nyata atas ancaman perubahan iklim dari tingkat lokal hingga nasional.

Penulis: Moh Syafi'I