Logo Muktamar NU ke-35
← Semua berita
liputan · 23 Agustus 2026

Rundown Sementara Muktamar ke-35 NU, Hari Sabtu Paling Krusial

Agenda penting Muktamar, yaitu pemilihan dan penetapan anggota AHWA, Rais Aam, serta Ketua Umum PBNU, dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Rep. Saiful

Red. Cak / Fajar

Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, yang menjadi salah satu venue sidang Muktamar ke-35 NU.
Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, yang menjadi salah satu venue sidang Muktamar ke-35 NU.

JOMBANG – Alur kegiatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus mendatang, mulai tergambar dari draf jadwal acara yang disiapkan panitia.

Dalam draf tersebut, rangkaian kegiatan muktamar dijadwalkan mulai 26 Agustus 2026. Agenda penting dalam forum tertinggi NU itu, yaitu pemilihan dan penetapan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Rais Aam, serta Ketua Umum PBNU, dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan check-in peserta pada Rabu, 26 Agustus 2026. Proses tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 hingga 22.00 WIB di MTs dan MA Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Pada malam harinya, peserta dijadwalkan mengikuti Istighotsah Kubro di halaman Gedung Serbaguna Hasbullah Said (GSG) mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB. Setelah itu, peserta beristirahat sebelum mengikuti rangkaian agenda berikutnya.

Memasuki Kamis, 27 Agustus 2026, agenda muktamar dimulai dengan persiapan peserta hingga prosesi pembukaan. Setelah rangkaian persiapan dan registrasi lanjutan, seremoni pembukaan yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto berlangsung pukul 20.00-22.15 WIB di Lapangan Untung Suropati.

Prosesi pembukaan mencakup menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan salawat, sambutan Gubernur Jawa Timur, laporan Ketua Panitia Muktamar NU ke-35, penyerahan materi muktamar kepada Ketua Umum PBNU, sambutan Ketua Umum, khutbah iftitah Rais Aam PBNU, hingga amanat Presiden RI.

Presiden RI dijadwalkan memberikan amanat dalam rangka pembukaan Muktamar NU ke-35. Setelah doa penutup, peserta dijadwalkan kembali beristirahat untuk mengikuti agenda persidangan pada hari berikutnya.

Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa PBNU telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta kesediaannya membuka langsung Muktamar ke-35 NU pada 27 Agustus 2026.

"Insya Allah, PBNU telah berkirim surat kepada Bapak Presiden Prabowo untuk bisa membuka secara langsung Muktamar ke-35 pada 27 Agustus. Mudah-mudahan waktunya cocok dan Presiden berkenan," katanya usai meninjau persiapan Muktamar di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kamis (20/8).

Persidangan Mulai Jumat

Pada Jumat, 28 Agustus 2026, agenda muktamar memasuki tahapan persidangan pleno. Sidang Pleno I dijadwalkan berlangsung pukul 08.00-11.30 WIB dengan agenda pembahasan tata tertib persidangan serta pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum.

Selanjutnya, Sidang Pleno II dijadwalkan berlangsung pukul 13.30-17.00 WIB. Forum tersebut membahas laporan pertanggungjawaban (LPJ) PBNU, pandangan umum atas LPJ, serta jawaban atas pandangan umum tersebut.

Malam harinya, mulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIB, peserta dijadwalkan mengikuti sidang-sidang komisi. Terdapat enam komisi yang tercantum dalam draf, yakni Komisi A Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu'iyyah, Komisi B Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi'iyyah, Komisi C Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qonuniyyah, Komisi D Organisasi, Komisi E Program, dan Komisi F Rekomendasi.

Sidang komisi tersebut dijadwalkan berlangsung di sejumlah lokasi di kompleks Bahrul Ulum Tambakberas, termasuk halaman MAN 3, Aula Ma'had Aly, Aula Madrasah Fatah Hasyim, Aula GSG, Aula Kampus IAIBAFA, dan Aula Unwaha.

Sabtu Jadi Hari Penting Pemilihan

Tahapan krusial muktamar dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Pada pagi hari, peserta kembali mengikuti persiapan dan lanjutan sidang komisi. Salah satu agenda yang tercantum secara khusus adalah tabulasi usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Setelah istirahat dan makan siang, agenda berlanjut dengan Sidang Pleno III untuk laporan dan pengesahan hasil sidang-sidang komisi. Sidang kemudian dilanjutkan dengan Pleno IV pada pukul 15.30-17.30 WIB.

Puncak agenda organisasi dijadwalkan berlangsung melalui Sidang Pleno V pada pukul 19.30–23.30 WIB.

Dalam draf jadwal, sidang ini memuat sejumlah agenda strategis, yakni demisioner Pengurus Besar NU masa khidmah 2021-2026, pemilihan dan penetapan anggota AHWA, sidang anggota AHWA dan pengesahan Rais Aam masa khidmah 2026-2031, pemilihan Ketua Umum masa khidmah 2026-2031, serta penetapan mid formatur.

Dengan demikian, berdasarkan draf tersebut, proses penentuan kepemimpinan NU untuk masa khidmah 2026-2031 diproyeksikan berlangsung dalam rangkaian persidangan pada Sabtu malam.

Penutupan Muktamar Minggu Pagi

Setelah seluruh rangkaian persidangan selesai, peserta dijadwalkan mengikuti persiapan acara penutupan pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026.

Seremoni penutupan dijadwalkan berlangsung pukul 08.30-10.15 WIB di ruang pleno/halaman GSG. Agenda tersebut mencakup pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan salawat, laporan panitia dan penyerahan hasil muktamar, serta sambutan Ketua Umum PBNU terpilih dan Rais Aam PBNU terpilih.

Rangkaian penutupan kemudian diakhiri dengan doa penutup. Setelah itu, pada pukul 10.15-12.00 WIB dijadwalkan konferensi pers, peserta kembali ke daerah, serta proses check-out panitia dan peserta.

Draf tersebut juga mencantumkan catatan bahwa registrasi peserta dimulai pada 26-27 Agustus 2026. Panitia menegaskan jadwal kegiatan tersebut masih berupa draf dan sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.

Penulis : Anggit Pujie Widodo