Logo Muktamar NU ke-35
← Semua berita
liputan · 19 Agustus 2026

Ribuan Pengunjung Diprediksi Mulai Padati Kawasan Tambakberas Besok

Untuk mengurai kepadatan lalulintas, panitia telah menyiapkan skema pengalihan arus hingga menyediakan sejumlah kantong parkir.

Rep. Saiful

Red. Cak / Fajar

KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq memperkirakan pengunjung sudah mulai berdatangan ke Tambakberas pada Kamis, 20 Agustus 2026
KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq memperkirakan pengunjung sudah mulai berdatangan ke Tambakberas pada Kamis, 20 Agustus 2026

JOMBANG – Ribuan pengunjung diperkirakan mulai memadati kawasan Pondok Pesantren Tambakberas pada esok hari jelang perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27-31 Agustus mendatang.

Untuk mengurai kepadatan lalulintas, panitia telah menyiapkan skema pengalihan arus hingga menyediakan sejumlah kantong parkir.

"Per tanggal 20 Agustus, analisa kami di Tambakberas akan ada 20.000 muhajirin yang datang. Itu belum waktu puncak tanggal 26 Agustus," ujar Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, Rabu (19/8/2026).

Kepadatan lalu lintas ini, lanjutnya, terjadi karena banyaknya jumlah peziarah serta pengunjung pembukaan UMKM Expo dan bazar Muktamar pada esok hari.

Untuk mengantisipasi kepadatan, panitia bersama kepolisian telah menyiapkan pola drop off bagi rombongan yang datang ke kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Rombongan ziarah maupun muktamirin yang menggunakan bus nantinya tidak diperbolehkan membawa kendaraan hingga masuk ke kawasan pondok. Peserta akan diturunkan di ruas jalan yang telah ditentukan, sementara bus diarahkan menuju kantong parkir.

"Kami bersama kepolisian akan memastikan rombongan ziarah yang masuk ke Bahrul Ulum atau muktamirin diturunkan di jalan raya. Busnya akan diarahkan untuk diparkirkan di kantong-kantong parkir yang sudah ditentukan," ujarnya melanjutkan.

Panitia telah berkomunikasi dengan pemerintah desa di sekitar Tambakberas untuk menyiapkan kantong parkir. Sedikitnya terdapat 11 desa yang telah dihubungi untuk mendukung penyediaan lahan parkir kendaraan rombongan.

Namun, skema tersebut masih menyesuaikan kesiapan masing-masing desa. Kantong parkir di sejumlah desa rencananya akan diproyeksikan mulai digunakan pada 26 Agustus.

Untuk mengantisipasi kondisi pada 20 Agustus, panitia juga telah menyiapkan opsi cadangan. Jika kantong parkir di desa sekitar belum siap, kendaraan bus akan diarahkan menuju terminal. "Kalau desa-desa sekitar belum siap untuk kantong parkir, sesuai saran Ketua Panlok dan sudah berkomunikasi dengan Dishub, maka parkir bus di terminal," katanya.

Dengan pola tersebut, peserta akan diturunkan di sekitar ruas jalan yang telah ditentukan. Selanjutnya, bus membawa kendaraan menuju lokasi parkir.

Saat rombongan hendak kembali, ketua rombongan akan berkoordinasi dengan pengemudi bus untuk melakukan penjemputan.

Panitia juga telah memperkirakan adanya pengalihan arus hingga kemungkinan penutupan sejumlah akses, ketika jumlah peserta semakin meningkat. Kondisi tersebut terutama diprediksi terjadi menjelang puncak kegiatan pada 26 Agustus.

Untuk mengantisipasinya, personel panitia akan mulai ditempatkan sejak 25 Agustus sore. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas kemudian diperkuat ketika registrasi peserta dimulai pada 26 Agustus pagi. "Sehingga mungkin titik kemacetan terjadi, sudah mulai penutupan jalan," pungkas Gus Rozaq.

Skema tersebut disiapkan untuk menjaga kawasan inti Muktamar tetap steril sekaligus memastikan mobilitas peserta, masyarakat, dan kendaraan logistik tetap dapat berjalan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Penulis: Anggit Pujie Widodo