Pemprov Jatim Siapkan Penginapan Gratis untuk Pengunjung Muktamar NU
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan penginapan dengan kapasitas ratusan tempat tidur untuk menampung penggembira Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 (NU)
Rep. Saiful
Red. Cak / Fajar
JOMBANG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan sejumlah penginapan dengan kapasitas ratusan tempat tidur untuk menampung penggembira Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang pada 27-31 Agustus mendatang.
Fasilitas penginapan tersebut disiapkan di sejumlah sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Jombang. Yakni SMAN 3 Jombang, SMAN 2 Jombang, SMKN 1 Jombang, dan SMKN 3 Jombang.
"Di semua lokasi akan dilengkapi oleh layanan kesehatan dan sarana pendukung untuk menginap," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengecek kesiapan fasilitas penginapan, Selasa (25/8/2026).
Salah satu lokasi yang ditinjau Khofifah adalah SMAN 3 Jombang. Di lokasi tersebut, panitia telah mendirikan tenda berukuran besar yang dilengkapi ratusan kasur dan bantal.
Selain tenda, aula sekolah juga disiapkan sebagai tempat istirahat tambahan bagi para penggembira yang datang dari berbagai daerah. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk layanan kesehatan dan kebutuhan operasional, juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan para pengunjung selama berada di lokasi penginapan.
Menurut Khofifah, penyediaan fasilitas penginapan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan kepada penggembira yang diperkirakan datang dari berbagai wilayah.
Adapun untuk kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah yang dipakai sebagai penginapan untuk sementara dilakukan secara daring. Kebijakan tersebut diterapkan di wilayah Kecamatan Jombang dan Kecamatan Tembelang.
Penginapan Muktamirin
Sementara itu, untuk para muktamirin atau peserta muktamar panitia juga telah menyediakan penginapan gratis. Salah satunya di Madrasah Aliyah Unggulan (MAU) KH Abdul Wahab Hasbullah (MAUWH) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
MAUWH masuk dalam Tower 1 kawasan penginapan peserta Muktamar. Sebanyak 156 kasur telah disiapkan untuk menampung para muktamirin yang akan bermalam di madrasah tersebut.
Kepala MAUWH Bahrul Ulum, Faizun Amir, mengatakan kasur tersebut ditempatkan di 13 kamar. Setiap kamar nantinya digunakan untuk menampung sekitar 12 orang. "Kasur ada 156, kamarnya ada 13. Jadi per kamar itu ditempati 12 orang," ucap Faizun.
Untuk memberikan kenyamanan kepada para delegasi, pihak madrasah menggunakan lantai 1 dan lantai 2 sebagai area penginapan. Sementara lantai 3 tidak digunakan karena mempertimbangkan kondisi fisik sebagian peserta yang rata-rata sudah berusia lanjut.
"Yang ditempati itu lantai 1 dan lantai 2. Lantai 3 terlalu tinggi untuk para beliau-beliau yang rata-rata sudah sepuh," ujarnya melanjutkan.
Dari sisi fasilitas, pihak MAUWH juga berupaya memastikan lingkungan madrasah tetap nyaman selama menjadi tempat tinggal sementara para muktamirin. Setiap kamar telah dilengkapi pendingin ruangan berupa AC. Kipas angin yang tersedia juga masih dapat digunakan.
Selain itu, tersedia 14 kamar mandi yang dapat menunjang kebutuhan para peserta selama berada di lokasi. Jumlah tersebut lebih banyak satu dibandingkan jumlah kamar yang disiapkan sebagai penginapan.
Faizun menambahkan, pihak madrasah mulai bersiaga menerima kedatangan delegasi sejak 26 Agustus 2026. Namun, berdasarkan perkiraan sementara, sebagian muktamirin kemungkinan baru mulai tiba pada pagi hari berikutnya. "Kita stand by mulai tanggal 26, tetapi dimungkinkan muktamirin hadirnya itu tanggal 27 pagi," katanya melanjutkan.
Kesiapan MAUWH menjadi bagian dari dukungan fasilitas akomodasi bagi para peserta Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Dengan persiapan tersebut, pihak madrasah berharap para delegasi dapat beristirahat dengan nyaman selama mengikuti rangkaian agenda Muktamar.
Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, secara keseluruhan menyiapkan sekitar 3.000 kasur tersebut berasal dari dua sumber. Sebanyak 2.000 unit merupakan dukungan dari PBNU, sedangkan 1.000 unit lainnya merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Penulis: Anggit Pujia/Moh. Syafi’I