Kisah Warga Jombang Berkhidmat, Rela Pindah Rumah Demi Muktamirin
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) membawa keberkahan bagi warga di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Rep. Saiful
Red. Cak / Fajar
JOMBANG - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) membawa keberkahan bagi warga di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Mulai dari lapak berbagai dagangan hingga menjadikan rumah sebagai tempat singgah bagi tamu dari seluruh Nusantara.
Gaung Muktamar ke-35 NU mulai terlihat sejak awal Agustus 2026 lalu. Seluruh penginapan hingga hotel di Kota Jombang sudah dipesan untuk periode 24-31 Agustus 2026. Kondisi inilah yang membuka peluang baru bagi warga Tambakberas.
Muhammad Ibnu Al-Farabi atau akrab disapa Cak Obi, salah satu warga Jombang yang menyewakan rumahnya. Bukan sekadar bermotif mendapatkan uang tambahan, ia mengaku ingin mendapatkan keberkahan dari kedatangan para muktamirin.
"Rumah saya disewa oleh penyewa dari Surabaya. Rencananya digunakan sebagai basecamp untuk sekitar 10 sampai 15 orang," ucap Cak Obi, Senin (24/8/2026).
Lokasi rumah Cak Obi di Perumahan Bahrul Ulum Menara Asri, Kecamatan Jombang disewakan senilai Rp10 juta. Dari uang sewa tersebut, Cak Obi bersama warga lain yang menyewakan rumah telah bersepakat memberikan kompensasi Rp500 ribu untuk kepentingan lingkungan, terutama untuk mendukung keamanan, kenyamanan, dan suasana kondusif selama para tamu muktamar berdatangan.
Sejatinya, rumah ini ditempati sehari-hari bersama keluarganya. Ia mulai bersiap meninggalkan rumah pada 24 Agustus 2026 dan dibersihkan agar siap digunakan. Penyewa dijadwalkan mulai menempati rumah pada 26 Agustus mendatang.
Selama rumahnya disewakan, Cak Obi bersama keluarganya akan tinggal sementara di rumah kedua miliknya di Peterongan, Jombang.
Niatan Cak Obi melayani muktamirin terlihat dengan penyediaan sejumlah fasilitas, mulai dari AC, televisi LED, kasur, bantal, hingga guling. Rumahnya diharapkan tak hanya menjadi tempat melepas lelah, tetapi juga ruang komunal yang nyaman bagi rombongan.
"Karena kegiatan muktamar itu padat, saya berusaha membuat rumah senyaman dan se-homey mungkin. Bisa untuk istirahat, nongkrong, ngopi, sekaligus menjadi basecamp," katanya.
Kisah Cak Obi sebagai cara warga Jombang menyambut Muktamar NU ke-35 sebagai tuan rumah yang menjamin kenyamanan para tamu. Warga sekitar rela menjadikan ruang pribadinya untuk sementara dimanfaatkan selama sepekan.
Cara penawaran rumah-rumah warga sekitar Tambakberas beragam. Mulai dari menitipkan informasi ke petugas perumahan maupun media sosial.
Seperti pengalaman Cak Obi yang mendapatkan penyewa dari media sosial setelah membuat konten fasilitas rumahnya. Respons pun mulai berdatangan. Sejumlah calon penyewa dari Jakarta dan Jawa Tengah sempat menghubunginya karena hendak datang ke Jombang untuk mengikuti dan memeriahkan muktamar.
"Mereka ingin berkhidmat dan memeriahkan Muktamar di Tambakberas. Yang akhirnya cocok dan langsung jadi menyewa adalah dari Surabaya," tuturnya.
Bagi Cak Obi, momen ini bukan sekadar tentang menyewakan rumah dan mendapatkan tambahan penghasilan. Ada cara sederhana yang bisa dilakukan warga untuk menyambut tamu dan ikut menyukseskan hajatan besar NU di Jombang.
Selama beberapa hari, rumah tersebut akan menjadi saksi kecil dari hiruk-pikuk muktamar. "Dari ruang keluarga, tempat ngopi hingga kamar untuk beristirahat, rumah warga ikut mengambil peran dalam menyambut ribuan orang yang datang ke Jombang," jelasnya.
Di tengah ramainya agenda Muktamar NU ke-35, keterlibatan warga seperti Cak Obi menunjukkan bahwa perhelatan besar tidak hanya berlangsung di dalam arena utama. Di luar venue, rumah-rumah warga pun ikut membuka pintu, menyediakan ruang, dan menjadi bagian dari cerita muktamar.
Penulis: Anggit Pujie Widodo