Logo Muktamar NU ke-35
← Semua berita
liputan · 23 Agustus 2026

Khatmil Qur'an Serentak di 3.500 Titik Sambut Muktamar ke-35 NU

Khatmil Qur’an serentak ini merupakan bentuk ikhtiar batin nahdliyin demi kelancaran, kesuksesan, dan keberkahan Muktamar ke-35 NU di Jombang

Rep. Saiful

Red. Cak / Fajar

Khatmil Qur'an serentak di 3.500 titik dimulai sejak Ahad usai salat shubuh
Khatmil Qur'an serentak di 3.500 titik dimulai sejak Ahad usai salat shubuh

JOMBANG - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), ribuan Nahdliyin di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar Khatmil Qur'an secara serentak di 3.500 titik.

Suasana khidmat mulai terlihat usai salat Subuh, Ahad (23/8/2026). Ribuan jamaah terdengar melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an secara khusyuk di berbagai lokasi.

Jamaah terlihat mulai dari area masjid, musala di 316 Pengurus Ranting NU (PRNU), lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU, hingga pondok pesantren di wilayah Jombang.

"Majelis Ula (pusat kegiatan) berada di Masjid Agung Jami’ Jombang, di mana kegiatan berlangsung mulai bakda Subuh hingga pukul 13.00 WIB," ujar PIC Khatmil Qur'an 3.500 Majelis Syamsul Ma’arif.

Wakil Sekretaris PCNU Jombang Miftahus Saidin mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara merupakan instruksi resmi melalui Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) dan Pengurus Ranting NU (PRNU). Kegiatan juga melibatkan lembaga dan badan otonom, instansi dan lembaga terkait melaluj pengawalan dari PC Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) Kabupaten Jombang.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar batin warga NU Jombang demi kelancaran, kesuksesan, dan keberkahan Muktamar NU mendatang," tambahnya.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Belasan ribu peserta, peninjau, hingga tamu akan menghadiri forum yang dijadwalkan akan dibuka secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Penulis: Moh. Syafi’I