250 Tamu VIP Bakal Hadiri Pembukaan Muktamar ke-35 NU
Sebanyak 250 tamu VIP diundang untuk menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8).
Rep. Saiful
Red. Cak / Fajar
JOMBANG - Sebanyak 250 tamu VIP diundang menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8).
Para tamu tersebut berasal dari sejumlah unsur yang memiliki keterkaitan dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Bendahara Umum Yayasan Bahrul Ulum, Bu Nyai Hj. Lathifah Hidayati, mengatakan para tamu undangan terdiri atas dzuriyah Bahrul Ulum, dzuriyah pondok pesantren yang berada di Jombang, serta dzuriyah Bahrul Ulum yang saat ini menetap di luar Tambakberas. “Untuk tamu undangan ada sekitar 250 orang,” ungkap Bu Nyai Hj. Lathifah Hidayati.
Selain unsur dzuriyah, pihak yayasan juga mengundang sejumlah mitra yang selama ini turut mendukung kegiatan dan membantu Yayasan Bahrul Ulum. Kehadiran mereka menjadi bagian dari apresiasi atas dukungan yang diberikan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas.
“Yang kami undang itu dari dzuriyah Bahrul Ulum, kemudian dzuriyah pesantren-pesantren di Jombang, para mitra yang membantu juga kami aturi” ujarnya.
Menurut Bu Nyai Ifa, sapaan akrabnya, dzuriyah Bahrul Ulum yang berada di luar Tambakberas juga menjadi bagian dari tamu yang diundang dalam pembukaan. Hal tersebut dilakukan untuk memperluas silaturahmi keluarga besar Bahrul Ulum yang tersebar di berbagai daerah. “Dzuriyah Bahrul Ulum yang sekarang menetap di luar Tambakberas juga kami undang,” tuturnya.
Selain itu, yayasan turut mengundang mitra yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan di Bahrul Ulum. Menurut Lathifah, dukungan dari para mitra menjadi salah satu bagian yang membantu kelancaran persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. “Ada juga mitra Yayasan Bahrul Ulum yang selama ini turut membantu dan mendukung kesuksesan muktamar kali ini,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan pembukaan muktamar, panitia menerapkan ketentuan khusus bagi tamu undangan. Setiap tamu yang hendak memasuki venue pembukaan diwajibkan membawa undangan fisik.
Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh tamu undangan, termasuk dzuriyah Bahrul Ulum sendiri. Dengan demikian, status sebagai bagian dari keluarga besar Bahrul Ulum tidak secara otomatis menjadi akses untuk memasuki area venue pembukaan.
Bu Nyai Lathifah mengatakan aturan tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan memastikan akses venue sesuai dengan daftar undangan yang telah ditentukan. “Untuk masuk ke venue pembukaan, tamu undangan harus membawa undangan fisik,” tuturnya.
Dia menegaskan bahwa ketentuan tersebut berlaku secara sama bagi seluruh tamu yang telah mendapatkan undangan.
Bahkan, dzuriyah Bahrul Ulum yang memiliki hubungan langsung dengan pesantren tetap harus menunjukkan undangan fisik ketika hendak memasuki venue pembukaan. “Kami harus jadi contoh bagi yang lain. Meskipun dzuriyah sini sendiri, tetap harus bawa undangan kalau mau masuk,” ungkapnya.
Menurutnya, penerapan aturan yang sama kepada seluruh tamu merupakan bagian dari komitmen panitia untuk menjaga ketertiban selama rangkaian pembukaan Muktamar ke-35 NU. Ketentuan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap mekanisme yang telah disiapkan panitia. “Jadi tidak ada pengecualian. Kalau memang mau masuk venue, undangannya harus dibawa,” ujarnya.
Pembatasan akses berdasarkan undangan fisik juga menjadi bagian dari persiapan teknis pembukaan muktamar. Dengan jumlah tamu yang telah ditentukan, panitia dapat melakukan pengaturan terhadap kapasitas venue dan memastikan tamu yang hadir merupakan pihak yang telah mendapatkan undangan.
Bendahara umum yayasan Bahrul Ulum ini menambahkan bahwa kedisiplinan dalam mengikuti aturan diperlukan dari seluruh pihak, termasuk keluarga besar Bahrul Ulum yang menjadi tuan rumah pelaksanaan muktamar.
Bagi pihak Yayasan Bahrul Ulum, keterlibatan berbagai unsur dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Mulai dari dzuriyah, keluarga pesantren, mitra yayasan, hingga panitia dan relawan mengambil peran sesuai dengan tugas masing-masing.
Dengan jumlah 250 tamu undangan dan mekanisme akses yang telah ditentukan, pihak Yayasan Bahrul Ulum berharap pembukaan Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung secara tertib dan lancar.
Penerapan aturan yang sama kepada seluruh tamu, termasuk dzuriyah sendiri, menjadi salah satu upaya panitia untuk memastikan ketertiban di venue pembukaan. Bagi beliau, kepatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai tuan rumah.
“Kami sebagai tuan rumah harus memberikan contoh. Kalau aturannya memang begitu, ya kita juga harus mengikuti aturan itu,” pungkasnya.
Penulis: Hikmah Imroatul